Cerita Utama

Daftar isi [Tampil]
Saya sebenarnya tidak ingin banyak bercerita. Karena ini bukan tempat yang tepat untuk "bersurat."

sedikit saja.

Jangan nangis, jangan lagi. Kalau salah satu dan seribu alasan kamu mengeluarkan air matamu itu adalah kami, hapuslah. Karena sebenarnya tak ada, atau lebih tepatnya tak pantas untuk menjadi salah satu yang harus ditangisi. Ga peduli kamu anak kecil ataupun bukan, bukankah kamu sudah paham maknanya? bukankah kamu sudah mengerti hikmahnya? Ini semua ada di jalan-Nya.

Saya pun berusaha tak menyalahkan. Kalaupun saya menyalahkan, orang pertama yang saya salahkan adalah saya sendiri. Sudahlah, sebesar ini siapa yang buat? "kita" juga kan? Coba belajar dari orang-orang dewasa, belajar bagaimana mereka bersikap.

Percayalah, kalau saya, adalah temanmu yang berusaha memandang tidak hanya pada kacamata yang saya punya. Percayalah, kalau saya, adalah orang yang sedang-membenahi-semua sama sepertimu.

Gak terlambat kan buat berusaha jadi orang baik?

Tamparan? Tendangan? Apapun itu yang penting beroutput hal baik.

Yang belajar dewasa gak hanya kamu, tapi saya juga. Kita memang punya cara masing-masing mengatasinya, jangan lupakan do'a. Kekuatan tak terlihat tapi nyata.

Dengar, bahkan polinukleotida tidak pernah protes dengan adanya enzim helikase kan? Karena itu memang jalannya.

Simpan air matamu, untuk yang benar-benar diperlukan. Semangat :)

Post a Comment