Teori Berjalan Waktu Kecil

Daftar isi [Tampil]
Berjalan. Sebuah kata sederhana yang akan selalu ada dalam hidupku. Sejak kecil tentu semua bayi dilatih untuk bisa berjalan , berjalan di bumi Allah. Begitu pun denganku. Orang tua ku berperan besar dalam membuatku berjalan. Tak lama aku pun bisa berjalan, dan senyum ceria tersirat di hati ayah dan ibuku. Seakan senyuman mereka berkata bahwa mereka berhasil membantuku berjalan. Rasa syukurku pada Allah yang mengizinkan aku berjalan hingga detik ini.

Pandanganku sekarang, berjalan adalah hal penting dalam hidup. Mengapa ku katakan penting? Bahwa berjalan adalah bukan hanya menapakkan kaki atau berpindah dari tempat satu ke tempat lain. Maknanya lebih besar dari itu. Sungguh lebih besar. Hal itu ku rasakan akhir-akhir ini...

Entah namanya perubahan hati, atau apalah, yang jelas, aku merasa kuat, sudah ku hitung bahwa pada hari-hari terakhir ini, persentase "merasa sedih" ku berkurang. Yang ada hanya semangat diri mencapai kebahagian sejati.

Faktor internal
Aku memang sudah bertekad pada diriku sendiri untuk jadi individu berguna walaupun sebesar zarrah sebesar-besarnya, sampai mencapai angka maksimal kemampuanku. Aku berniat, dan pertama kali ku aplikasikan, itu berhasil membuatku merasa lebih baik.

Kembali soal berjalan...
Aku sudah memilih jalan yang kuyakini serasi dengan kata hatiku. Insya Allah. Jalan di mana kutemukan ilmu, ilmu kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Aku takkan berhenti "bermain" pada jalan ini. Padahal aku baru memasukinya, tapi sudah kucium harum bunga keindahan sejati.

Faktor Eksternal
"Semangat Arin!" "Kamu pasti bisa!" Akhir-akhir ini, suara indah itu berkumandang di telingaku dan ku katakan mereka BERHASIL membuatku hidup kembali, membuat api pada lilin hati berubah menjadi kobaran api unggun hatiku. Ya Allah, aku bersyukur, Kau kirimkan mereka dalam hidupku.

Kembali soal berjalan..
Hingga kini, kata berjalanku mempunyai makna lebih. Menjalani kehidupan. Memang terkadang sulit, tapi syukurku sekali lagi ku panjatkan karena ternyata yg tercantum adalah kata SULIT, bukan kata TIDAK BISA.

Kalau dulu, saat aku belajar berjalan, dan jatuh, orang tuaku membangkitkan aku, dan terus memintaku untuk tetap berjalan, hingga akhirnya aku bisa. Maka dari itu, ayo, kita aplikasikan teori berjalan waktu kecil itu dalam kehidupan sekarang. Ketika kita merasa "jatuh", berusahalah bangkit, dan jika masih belum bisa, tetap ikhtiar! Carilah orang-orang yang bisa membuat semangat kita kembali (diandaikan, orang tua yang membatu kita saat belajar berjalan), kemudian kembalilah berjalan, untuk bisa membuat semua orang tersenyum atas kebaikan yang kita lakukan. Dan ingatlah...

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS. Al-Baqarah 286)

Ayat tersebut lah yang membuatku narsis percaya diri, semoga kalian juga bisa seperti itu ^^

7 comments

  1. Allahu Akbar! :D
  2. Faktor Keberhasilan yang diambil dari post ini :

    1.Niat yang kuat
    2.Positive thinking
    3.Semangat yang kuat
    4.Pantang menyerah
    5.Ikhtiar
    6.Percaya diri

    Ok..lumayan nih bisa dikembangkan nih untuk diri sendiri dan orang lain..
  3. ahh.. pengen nangis..
    lagi-lagi Allah mengirimku teladan lewat caranya sendiri.. semangat ya arin.. barakallahufik..
  4. @natan :
    ALLAHU AKBAR ! :)

    @A Dimas :
    Yap benar sekali a :) Amin...

    @Teh Ndu :
    aaah teteh :')
    Iya teh, Alhamdulillah... sip arin akan selalu semangat..Amin.
  5. this post has inspired me a lot! =)
  6. karena disetiap kesulitan.. ada dua kemudahan :)
  7. @cheryl :
    Thanks che :)

    @A Anas :
    Setuju, a.. arin mengalaminya..
    dari kesulitan itu sampai mengalami kemudahan-kemudahannya. :)